Tentusaja fitur ini menjadi sangat vital dan harus diaktifkan. Untuk mengaktifkan ruler pada Word caranya sangat mudah, yaitu dengan cara masuk pada ribbon View (poin 01 pada gambar di bawah) kemudian centang pada Ruler seperti yang terlihat pada poin 02 pada gambar di bawah. Pada tulisan ini Word 2013, tetapi pada
Jikamobil 6 digeser ke bawah (arah sumbu Y negatif) sejauh empat satuan, di mana posisi Jika titik B(3,4) digeser ke kiri 5 satuan dan titik C(-4,2) digeser ke kanan 2 satuan dilanjutkan ke atas 2 satuan, apakah bayangan dari titik B dan titik C berhimpit? Gambarlah pada bidang koordinat! Ayo Mencoba
a 2 satuan ke arah kiri, 3 satuan kearah atas b. 2 satuan ke arah kanan, 3 satuan kearah atas c. 2 satuan ke arah kiri, 3 satuan kearah bawah d. 2 satuan ke arah kanan, 3 satuan kearah bawah 20. Posisi titik L(6,3) terhadap titik K(2,7) a. 4 satuan di kanan dan 4 satuan di bawah b. 4 satuan di kiri dan 4 satuan di bawah c. 4 satuan di kanan
CaraMelakukan Pembulatan Bilangan Desimal ke Satuan Terdekat. Aturan pembulatan bilangan desimal adalah apabila angka desimal bilangan yang dibulatkan kurang dari 5 (0,1,2, dan 4), maka angka tersebut dibuang dan diganti nol. Kemudian jika lebih dari atau sama dengan 5, maka angka satuan terdekat dinaikkan satu.. Misalnya: 4,6. Kita lihat bilangan
KOMANDOSATUAN KIBAR YAPALIS Minggu, 08 Agustus 2010. 3. Langkah-langkah selanjutnya lengan atas dan bawah di lenggangkan ke depan 45o dan ke belakang 30 4. Dilarang keras berbicara, melihat ke kanan / kiri. Penjuru merubah arah 900 ke kanan / kiri dan mulai berjalan ke arah tertentu. 2. Anggota lainnya mengikuti.
BesaranPokok adalah besaran yang ditentukan lebih dulu berdasarkan kesepatan para ahli fisika. Besaran pokok yang paling umum ada 7 macam yaitu:; Massa adalah jumlah materi yang terkandung dalam suatu benda.Dalam SI satuan massa adalah kilogram(kg).Satu kilogram adalah massa sebuah silinder logam yang terbuat dari campuran platina iridium yang
Dalamstatistika, masalah kemenjuluran ekor distribusi ini dinamakan kemiringan atau kecondongan ( skewness ). Jika ekor tersebut lebih menjulur ke kiri, dikatakan bahwa distribusi memiliki kemiringan/kecondongan yang negatif. Jika tidak ada ekor yang lebih menjulur, dikatakan bahwa kemiringan/kecondongannya nol, sedangkan apabila ekor tersebut
RangkumanMateri Besaran & Satuan Kelas 7 Tingkat SMP Besaran. Besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur, dinyatakan dengan nilai, dan memiliki satuan. Mudah diubah atau dikonversi ke dalam satuan lainnya. Sistem satuan internasional terdiri dari: MKS (meter, kilogram, sekon): menyatakan besaran dengan memakai satuan MKS
Pembahasan Skala utama = 3,5 mm. Skala putar = 10 x 0,01 mm = 0,1 mm. Hasil pengukuran = 3,5 mm + 0,1 mm = 3,6 mm. Jawaban yang benar E. 7. Terdapat data hasil pengukuran panjang batang kayu sebagai berikut: Dari data-data yang ditampilkan pada tabel, maka hasil pengukurannya adalah. A. 3,144±0,007 cm.
3 Pasang beban 1 satuan di titik K arah vertikal (bawah) dan di D arah horisontal (kiri) 4. Hitung gaya batang akibat 1 satuan di titik K, sehingga didapat u i untuk δ V di K. Untuk di titik D juga dilakukan hal yang sama, hingga didapat u i untuk δ H di D. 5. Menghitung δ untuk masing-masing batang, dengan mengalikan
atZo9j. Berdasarkan kegiatan di atas Langkah menggambarkan koordinat titik Pa,b ke bidang koordinat Kartesius 1. Mulailah dari titik asal 0,0. 2. Jika a ≥ 0 maka gerakkan a satuan ke kanan dan jika a < 0 maka gerakan a satuan ke kiri. 3. Jika b ≥ 0 maka gerakkan b satuan ke atas dan jika b < 0 maka gerakan b satuan ke bawah. 4. Titik akhir dari langkah 1-3 merupakan kedudukan titik koordinat. Bidang koordinat Kartesius dibentuk oleh irisan dari garis bilangan horizontal dan vertical. Garis bilangan ini berimpit pada titik yang disebut titik asal dan membagi bidang Kartesius kedalam empat bagian sama besar yang disebut kuadran. Sehingga pada kuadran I absis dan ordinat bernilai positif; kuadran II absis bernilai negatif dan ordinat bernilai positif; kuadran III absis dan ordinat bernilai negatif; dan pada kuadran IV absis bernilai positif dan ordinat bernilai negatif. Penjelasan ini dapat disimpulkan pada tabel Tabel Koordinat Kedudukan titik terhadap Kedudukan titik terhadap sumbu- Kuadran titik sumbu-x y I Pa,b II Jaraknya b satuan di atas sumbu-x Jaraknya a satuan di kanan sumbu-y III Q-a,b Jaraknya b satuan di atas sumbu-x Jaraknya a satuan di kiri sumbu-y Jaraknya b satuan di bawah sumbu- IV R-a,-b x Jaraknya a satuan di kiri sumbu-y Jaraknya b satuan di bawah sumbu- Sa,-b x Jaraknya a satuan di kanan sumbu-y Kegiatan Kedudukan Relatif Titik terhadap Titik Tertentu Sebelum kita melanjutkan tentang kedudukan relative titik terhadap titik tertentu sebaiknya kita mengingat bidang koordinat Kartesius terlebih dahulu. Gambar Dapat ditulis kedudukan titik–titik, yaitu Titik A berjarak 4 satuan terhadap sumbu-x dan 2 satuan terhadap sumbu-y. Titik B berjarak 2 satuan terhadap sumbu-x dan 2 satuan terhadap sumbu-y. Titik C berjarak 1 satuan terhadap sumbu-x dan 2 satuan terhadap sumbu-y. Titik D berjarak 1 satuan terhadap sumbu-x dan 3 satuan terhadap sumbu-y. Kedudukan Titik Terhadap Titik Asal 0,0 dan Titik Tertentu a,b Gambar Ayo Amati Gambar di atas! Pernahkah kalian berkemah? Apakah seperti gambar yang terlihat di atas? Bisakah kalian memahami dan menentukan kedudukan masing-masing tempat dari pos utama? Untuk menentukan kedudukan perumahan, perkemahan, pasar, teka-teki, tenda 1, dan pos 1, terhadap pos utama, kalian lakukan prosedur berikut. Langkah 1 Kalian tentukan dulu kedudukan pos utama pada bidang koordinat. Kedudukan pos utama dalam bidang koordinat pada titik O0,0. Langkah 2 Gunakan pos utama sebagai titik acuan dalam menentukan kedudukan perumahan, Pemakaman, pasar, teka-teki, tenda 1, dan pos 1. Langkah 3 Tentukan koordinat –x dan koordinat-y dari perumahan, pemakaman, pasar, teka-teki, tenda 1, dan pos 1 terhadap titik O0,0, seperti table Tabel Kedudukan tempat terhadap pos Utama Tempat Kedudukan tempat terhadap pos Utama Perumahan Koordinat Keterangan Pemakaman Pasar 6,5 6 satuan ke kanan dan 5 satuan ke atas Hutan Tenda 1 -5,-2 5 satuan ke kiri dan 2 satuan ke bawah Pos 1 4,3 4 satuan ke kanan dan 3 satuan ke atas -8,5 8 satuan ke kiri dan 5 satuan ke atas 2,0 2 Satuan ke kanan dan 0 satuan ke atas 2,5 2 satuan ke kanan dan 5 satuan ke atas Berdasarkan denah perkemahan Gambar coba tentukan; 1. Kedudukan perumahan, pemakaman, pasar, teka–teki, tenda 1, dan pos terhadap pos utama? 2. Kedudukan perumahan, pemakaman, pasar, teka–teki, tenda 1, dan pos terhadap tanah dan kolam? Untuk menentukan kedudukan perumahan, pemakaman, pasar, teki–teki tersembunyi, tenda 1, dan pos 1 terhadap tanah lapang dan kolam, kalian lakukan prosedur berikut Langkah 1 Kalian tentukan kedudukan tanah lapang dan kolam pada bidang koordinat. Kedudukan tanah lapang adalah koordinat -4,3 dan kedudukan kolam adalah koordinat -3,-3. Langkah 2 Gunakan koordinat -4,3 dan koordinat -3,-3 sebagai titik acuan dalam menentukan kedudukan perumahan, pemakaman, pasar, teka–teki, tenda1, dan pos 1. Anggap saja koordinat -4,3 dan koordinat -3,-3 sebagai titik O0,0. Langkah 3 Tentukan koordinat-x dan koordinat-y dari perumahan, pemakaman, pasar, teka-teki, tenda 1, dan pos 1 terhadap koordinat -4,3 dan koordinat -3,-3, seperti berikut Tempat Kedudukan tempat terhadap tanah lapang Kedudukan tempat terhadap kolam Perumahan Koordinat Keterangan Koordinat Keterangan Pemakaman 10,2 10 satuan ke kanan, 9,8 9 satuan ke kanan Pasar 2 satuan ke atas 8 satuan ke atas Teka-teki -1,-5 1 satuan ke kiri -2,1 2 satuan ke kiri tersembunyi Tenda 1 5 satuan ke bawah 1 satuan ke atas 8,0 8 satuan ke kanan, 7,6 7 satuan ke kanan, 0 satuan ke atas 6 satuan ke atas -2,-1 2 satuan ke kiri, -3,5 3 satuan ke kiri, 1 satuan ke bawah 5 satuan ke atas 6,-3 6 satuan ke kanan, 5,3 5 satuan ke kanan, 3 satuan ke bawah 3 satuan ke atas Pos 1 6,2 6 satuan ke kanan, 5,8 5 satuan ke kanan, 2 satuan ke atas 8 satuan ke atas. Jadi, ada tiga langkah dalam menentukan kedudukan suatu titik terhadap titik tertentu, yaitu Langkah 1 Menentukan kedudukan utama sebagai pusat Langkah 2 Gunakan kedudukan utama sebagai titik acuan dalam menentukan kedudukan titik yang lain. Langkah 3 Menentukan kedudukan titik terhadap sumbu x dan sumbu y dari titik acuan kedudukan utama. Berdasarkan pengerjaan di atas, kedudukan relatif titik Ax1, y1 terhadap titik B x2, y2 artinya adalah kedudukan titik A terhadap titik B dimana titik B x2, y2 adalah acuannya. Sehingga rumusnya adalah Kedudukan Relatif titik Ax1, y1 terhadap titik B x2, y2 dinotasikan x’, y’ adalah x’ = x1 - x2 y’ = y1 - y2 Daftar pustaka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. Matematika SMP/MTs Kelas VIII Buku Siswa Semester 1. Jakarta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. Matematika SMP/MTs Kelas VIII Buku Guru. Jakarta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2015. Matematika SMP/MTs Kelas IX Buku Siswa Semester 21. Jakarta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2015. Matematika SMP/MTs Kelas IX Buku Guru. Jakarta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Berikut ini adalah ringkasan materi pelajaran kelas 9 IX SMP/MTs semester 1 Kurikulum 2013 revisi 2018 yang disertai dengan penjelasan melalui video pembelajaran daring [online] untuk materi pokok bahasan BAB 3 Transformasi. Materi matematika kelas 9 IX SMP/MTs Kurikulum 2013 edisi revisi 2018 sesuai dengan buku yang diterbitkan Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. Untuk ringkasan materi TRANSFORMASI GEOMETRI Matematika Wajib Kelas 11 [XI] SMA/MA SMK/MAK ada pada link di bawah Isi Bab 3 dari buku matematika kelas 9 kurikulum 2013 edisi revisi 2018 adalah Bab III TRANSFORMASI Tokoh Pencerminan [Refleksi] Latihan Pencerminan [Refleksi] Pergeseran [Translasi] Latihan Pergeseran [Translasi] Rotasi Latihan Perputaran [Rotasi] Dilatasi Latihan Dilatasi Proyek 3Uji Kompetensi 3 Pencerminan [Refleksi] Kegiatan 1 Pencerninan Suatu BendaRefleksi atau pencerminan merupakan salah satu jenis transformasi yang memindahkan setiap titik pada suatu bidang [atau bangun geometri] dengan menggunakan sifat benda dan bayangannya pada cermin bayangan benda yang dibentuk oleh pencerminan di antaranya sebagai berikut. Bayangan suatu bangun yang dicerminkan memiliki bentuk dan ukuran yang sama dengan bangun aslinya. Jarak bayangan ke cermin sama dengan jarak benda aslinya ke cermin. Bayangan bangun pada cermin saling berhadapan dengan bangun aslinyaGambar di bawah ini merupakan contoh pencerminan [refleksi] dari segi empat PQRS terhadap garis α sehingga menghasilkan bayangan yaitu segi empat P’Q’R’S’.Berikut ini merupakan langkah-langkah untuk menggambar bayangan hasil refleksi segi empat PQRS terhadap garis α. Langkah 1 Gambar ruas garis yang tegak lurus terhadap garis α dari P, Q, R, dan S. Langkah 2 Tentukan titik P’, Q’, R’, dan S’ sehingga garis α tegak lurus dan membagi PP’, QQ’, RR’, dan SS’ sama panjang. Titik P’, Q’, R’, dan S’ merupakan bayangan titik P, Q, R, dan S. Langkah 3 Hubungkan titik-titik P’, Q’, R’, dan S’. Oleh karena P’, Q’, R’, dan S’ merupakan bayangan dari P, Q, R, dan S yang direfleksikan oleh garis α, maka segi empat P’Q’R’S’ merupakan bayangan segi empat Esensi Pencerminan [Refleksi]Refleksi atau pencerminan merupakan satu jenis transformasi yang memindahkan setiap titik pada suatu bidang dengan mengggunakan sifat bayangan cermin dari titiktitik yang dipindahkan. Perhatikan gambar di bawah. Gambar di samping menunjukkan contoh refleksi pencerminan bangun datar ABCDE pada garis m. Perhatikan bahwa ruas garis yang menghubungkan titik dan bayangannya tegak lurus terhadap garis m. Garis m disebut garis refleksi untuk ABCDE dan bayangannya A’B’C’D’E’. Karena E terletak pada garis refleksi, titik awal dan bayangannya berada di titik yang sama. Jarak antara A terhadap garis m sama dengan jarak A’ terhadap garis m, begitu pula untuk titik sudut yang lainnya dan bayangannya yang memiliki jarak sama terhadap garis refleksi m. Jika diketahui sebarang titik dengan koordinat [x, y] pada koordinat kartesius, maka koordinat bayangan hasil pencerminannya dapat dilihat pada Tabel berikut ini. Latihan Pencerminan [Refleksi]1. Tunjukkan apakah gambar yang berwarna biru merupakan hasil pencerminan dari gambar yang berwarna merah. Berikan Tentukan berapa banyak simetri lipat yang dimiliki gambar berikut. 3. Gambar masing-masing bangun berikut dan bayangannya terhadap refleksi yang diberikan. a. Segi empat JKLM dengan titik sudutnya di J [2, 2], K [7, 4], L [9, –2], dan M [3, –1] terhadap sumbu-y. b. Trapesium dengan titik sudutnya di D [4, 0], E [–2, 4], F [–2, –1], dan G [4, –3] terhadap titik asal. c. ABC dengan titik sudutnya di A [4, –2], B [4, 2], dan C [6, –2] terhadap garis y = x. d. OPQ dengan titik sudutnya di O [–2, 1], P [0, 3], dan Q [2, 2] terhadap garis y = – Segi empat WXYZ dengan titik sudutnya di W [2, –1], X [5, –2], Y [5, –5], dan Z [2, –4] terhadap garis y = Cerminkan segitiga DEF terhadap garis y = x. Gambar segitiga D’E’F’ dan tuliskan koordinatnya yang merupakan hasil pencerminan DEF terhadap garis y = x. 5. Huruf mana yang akan tetap sama jika dicerminkan terhadap suatu garis?6. Segi empat KLMN dengan titik sudut di K [–2, 4], L [3, 7], M [4, –8], dan N [–3, –5] direfleksikan terhadap sumbu-x kemudian direfleksikan terhadap garis y = x. Tentukan koordinat K’’L’’M’’N’’.7. Segitiga HIJ direfleksikan terhadap sumbu-x, kemudian sumbu-y, kemudian titik asal. Hasilnya refleksinya berkoordinat di H’’’[2, 3], I’’’[8, –4], dan J’’’[–6, –7]. Tentukan koordinat H, I, dan Pergeseran [Translasi]Materi Esensi Pergeseran [Translasi]Translasi merupakan salah satu jenis transformasi yang bertujuan untuk memindahkan semua titik suatu bangun dengan jarak dan arah yang sama. Translasi pada bidang Kartesius dapat dilukis jika kamu mengetahui arah dan seberapa jauh gambar bergerak secara mendatar dan atau vertikal. Untuk nilai yang sudah ditentukan a dan b yakni translasi [a b] memindah setiap titik P[x, y] dari sebuah bangun pada bidang datar ke P’[x + a, y + b]. Translasi dapat disimbolkan dengan [x, y] → [x + a, y + b].Latihan Pergeseran [Translasi]1. Tentukan apakah gambar yang berwrna biru merupakan hasil pergeseran dari gambar yang berwarna merah. Berikan Gambar dan tentukan koordinat hasil translasi dari bangun datar di bawah ini. a. Translasikan segi empat merah sejauh 2 satuan ke kiri dan 5 satuan ke bawahb. Translasikan segitiga merah sejauh 3 satuan ke kanan dan 4 satuan ke Segitiga FGH ditranslasi sehingga menghasilkan bayangan PQR. Diketahui koordinat F [3, 9], G [–1, 4], P [4, 2], dan R [6, –3], tentukan koordinat H dan Q. Tentukan pula Segitiga WAN berkoordinat di W [0, 1], A [1, –2] dan N [–2, 1]. Gambarlah segitiga tersebut beserta bayangannya setelah translasi a. 1 satuan ke kiri dan 5 satuan ke atas b. [x + 2, y + 4] c. 3 satuan ke kanan dan 3 satuan ke bawah d. kemudian dicerminkan terhadap Jelaskan translasi yang menggerakkan bangun datar yang berwarna biru menjadi bangun datar yang berwarna Diketahui Segitiga OPQ berkoordinat di O [2, 5], P [–3, 4], dan Q [4, –2] ditranslasikan sehingga didapatkan koordinat bayangannya adalah O’ di [3, 1]. Tentukan pasangan bilangan translasinya dan koordinat titik P’ dan Q’.7. Seekor harimau sedang berburu rusa di dalam hutan. Berdasarkan hasil pemantauan diketahui bahwa koordinat rusa berada di titik A dan koordinat harimau berada pada titik B. Rusa tersebut kemudian bergerak menuju titik Tentukan pasangan bilangan translasi yang menggerakkan rusa dari titik A menuju titik C. b. Jika harimau menggunakan translasi yang sama dengan yang dilakukan oleh rusa, apakah harimau dapat menangkap rusa tersebut? c. Tentukan pasangan bilangan translasi yang harus dilakukan oleh harimau agar ia mendapatkan Perputaran [Rotasi]Materi Esensi Perputaran [Rotasi]Rotasi merupakan salah satu bentuk transformasi yang memutar setiap titik pada gambar sampai sudut dan arah tertentu terhadap titik yang tetap. Titik tetap ini disebut pusat rotasi. Besarnya sudut dari bayangan benda terhadap posisi awal disebut dengan sudut di bawah ini menunjukkan rotasi bangun ABCD terhadap pusat rotasi, R. Besar sudut ARA’, BRB’, CRC’, dan DRD’ sama. Sebarang titik P pada bangun ABCD memiliki bayangan P’ di A’B’C’D’ sedemikian sehingga besar ∠PRP’ konstan. Sudut ini disebut sudut rotasi ditentukan oleh arah rotasi. Jika berlawanan arah dengan arah perputaran jarum jam, maka sudut putarnya positif. Jika searah perputaran jarum jam, maka sudut putarnya negatif. Pada rotasi, bangun awal selalu kongruen dengan Perputaran [Rotasi]1. Jelaskan apakah gambar yang berwarna biru merupakan hasil rotasi dari gambar yang berwarna merah. Jika ya, dapatkan berapa besar sudut rotasi dan bagaimana arah dari rotasi tersebut. 2. Segi empat PQRS berkoordinat di P [2, –2], Q [4, –1], R [4, –3] dan S [2, –4]. Gambarlah bayangan PQRS pada rotasi 90⁰ berlawanan arah jarum jam yang berpusat di titik Salinlah WAN berikut. Kemudian rotasikan segitiga tersebut sebesar 90⁰ searah jarum jam yang berpusat di titik Gambar bayangan rotasi setiap bangun berikut dengan sudut 90⁰ jika diketahui arah dan pusat rotasi. Tentukan koordinat titik-titik bayangannya. WAN dengan W [–4, 1], A [–2, 1], dan N [–4, –3] berlawanan arah jarum jam dengan pusat rotasi di titik Gambar bayangan tranformasi untuk setiap segitiga berikut dengan mencerminkan segitiga pada garis yang diketahui. Bayangan akhir dari setiap bangun juga merupakan hasil rotasi. Tentukan koordinat bayangan dan sudut rotasi. a. TUV dengan T [4, 0], U [2, 3], dan V [1, 2] direfleksikan pada sumbu-y dilanjutkan sumbu-x. b. KLM dengan K [5, 0], L [2, 4], dan M [–2, 4] direfleksikan pada garis y = x dilanjutkan sumbu-x. c. XYZ dengan X [5, 0], Y [3, 4], dan Z [–3, 4] direfleksikan pada garis y = –x dilanjutkan garis y = Diketahui segitiga JKL seperti pada gambar di bawah Rotasikan segitiga JKL dengan sudut rotasi 90⁰ searah jarum jam dengan pusat rotasi titik asal [0, 0]. Berapakah koordinat titik sudut dari segitiga J’K’L’ yang merupakan bayangan dari segitiga JKL? b. Rotasikan segitiga JKL dengan sudut rotasi 180⁰ searah jarum jam dengan pusat rotasi titik asal [0, 0]. Berapakah koordinat titik sudut dari segitiga J’K’L’ yang merupakan bayangan dari segitiga JKL? 7. Diketahui segitiga RST dengan koordinat titik sudut di R[3 ,6], S[–5, 2] dan T[3, –3]. Gambar bayangan hasil transformasinya jika diketahui segitiga tersebut a. Dirotasi 90⁰ searah jarum jam yang berpusat di titik asal kemudian dicerminkan terhadap sumbu-y. b. Dirotasi 90⁰ berlawanan arah jarum jam yang berpusat di titik asal kemudian didilatasi dengan faktor skala 2 berpusat di titik asal. c. Dirotasi 180⁰ berlawanan arah jarum jam yang berpusat di titik asal kemudian diitranslasi [a b] setelah itu dicerminkan terhadap DilatasiMateri Esensi DilatasiDilatasi terhadap titik pusat merupakan perkalian dari koordinat tiap-tiap titik pada suatu bangun datar dengan faktor skala sebesar k. Faktor skala menentukan apakah suatu dilatasi merupakan pembesaran atau pengecilan. Secara umum dilatasi dari suatu koordinat [x, y] dengan faktor skala k akan menghasilkan koordinat [kx, ky] atau dapat ditulis [x, y] → kx, ky. Ketika k > 1 maka dilatasi tersebut termasuk ke dalam pembesaran, tetapi jika 0 < k < 1 maka dilatasi tersebut termasuk ke dalam pengecilan. Untuk memperbesar atau memperkecil bangun, letak pusat dilatasi dapat di dalam, di luar, atau pada tepi bangun yang akan Dilatasi1. Tunjukkan apakah gambar yang berwarna biru merupakan hasil dilatasi dari gambar yang berwarna merah. Berikan Gambar yang berwarna biru merupakan hasil dilatasi dari gambar berwarna merah. Tentukan faktor skala dan jenis Titik sudut dari masing-masing bidang datar diberikan sebagai berikut. Gambar bidang datar yang dimaksud dan bayangannya setelah dilatasi dengan faktor skala yang diberikan masing-masing. Sebutkan jenis dilatasinya. a. A [1, 1], B [1, 4], dan C [3, 1] dengan faktor skala 4 b. G [–2, –2], H [–2, 6], dan J [2, 6] dengan faktor skala 0,25 c. Q [–3, 0], R [–3, 6], S [4, 6], dan T [4, 0] dengan faktor skala 1/34. Garis TU berkoordinat di T [4, 2] dan U [0, 5]. Setelah didilatasi, bayangan yang terbentuk memiliki koordinat di T’ [6, 3] dan U’ [12, 11]. Tentukan faktor skala yang Segitiga KLM berkoordinat di K[12, 4], L[4, 8], dan M[8, –8]. Setelah dua kali dilatasi berturut-turut yang berpusat di titik pusat dengan faktor skala yang sama, bayangan akhirnya memiliki koordinat K’’[3, 1], L’’[1, 2], dan M’’[2, –2]. Tentukan faktor skala k yang digunakan untuk dilatasi KLM menjadi K’’L’’M’’.6. Gambar sebarang persegi pada bidang koordinat [kamu bebas menentukan panjang sisi dari persegi tersebut]. Pilih faktor skala 2, 3, 4, dan 5 kemudian dilatasikan persegi yang telah gambar dengan masing-masing faktor skala tersebut. Gambar bayangan hasil dilatasi dengan masing-masing faktor skala. Hitung luas tiap-tiap persegi, baik persegi awal, maupun persegi hasil dilatasi dengan masing-masing faktor skala. a. Berapa kali lebih besar luas persegi hasil dilatasi dengan menggunakan masing-masing faktor skala jika dibandingkan dengan luas persegi awal? b. Bagaimana rumus untuk mementukan luas persegi hasil dilatasi jika diketahui panjang sisi dari persegi awal adalah r dan faktor skala k? [Dapatkan rumus tersebut tanpa harus menggambar bayangan hasil dilatasi, gunakan perbandingan pada jawaban a] c. Jika diberikan panjang sisi persegi awal 4 satuan, dan faktor skala 7. Berapa kali lebih besar luas persegi hasil dilatasi jika dibandingkan dengan luas persegi awal?7. Gunakan lampu senter dan tanganmu untuk membuat bayangan kelinci pada dinding. a. Menurutmu mana yang lebih besar, apakah tanganmu yang asli atau bayangan tanganmu yang membentuk gambar kelinci?b. Jika dihubungkan dengan dilatasi, merepresentasikan apakah lampu senter yang digunakan pada percobaan tersebut? c. Berdasarkan hasil perhitungan diketahui bahwa panjang hari tangan 7 cm, sedangkan panjang bayangannya di dinding 14 cm. Berapakah faktor skalanya? d. Jika tanganmu digerakkan mendekati lampu senter, menurutmu apa yang akan terjadi pada bayangannya di dinding? Apa hubungannya dengan faktor skala?8. Diketahui segitiga ABC dengan koordinat titik sudut di A [6, 12], B [–9, 3] dan C [6, –6]. Gambar bayangan hasil transformasinya jika diketahui segitiga tersebut a. Didilatasi dengan menggunakan faktor skala 1 3 dengan pusat titik asal kemudian dirotasi 90⁰ searah jarum jam yang berpusat di titik asal. b. Didilatasi dengan menggunakan faktor skala 2 dengan pusat titik asal kemudian diitranslasi setelah itu dicerminkan terhadap sumbu-y[Sebagian pembahasan masih dalam proses]====Sumber Buku Siswa Matematika/ Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Edisi Revisi 2018. Jakarta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
ardanalfian69 ardanalfian69 Matematika Sekolah Menengah Pertama terjawab Iklan Iklan leira19 leira19 Jawaban-12karena jika dilihat di garis bilangan, semakin kiri angka semakin negatif maksud nya salah komentar sorry salah sama sama makasih Iklan Iklan halwalda halwalda JawabanA. -12Penjelasan dengan langkah-langkahCara mencari-7+-5= -12Semoga membantu dan maaf kalau salah Iklan Iklan Pertanyaan baru di Matematika 3. Diketahui perbandingan A B adalah 3 4 sedangkan perbandingan A C adalah 4 5. Maka, perbandingan A B; C adalah... c. 12 1615 d. 1615 12 a … . 121516 b. 161215 sebuah balok mempunyai volume 65 liter. Jika luas alas balok cm² maka tinggi balok adalah.... Jarak kita a ke kota b sama dengan jarak kota b ke kota c jika ab dapat ditempuh dengan kecepatan40km/jam selama 10 jam berapakah kecepatan yg harus d … itambahkan jika jarak bc akan ditempuh selama 8 jam Pasangan sudut yang mempunyai besar sudut sama PO adalah …. ini carae gimana ya ka Sebelumnya Berikutnya Iklan